Satu-satunya data yang dapat dipergunakan untuk menghitung usia marga-marga yang terdapat di Mandailing ialah tarombo kerana ia mencatat setiap generasi sesuatu marga dari nenek moyang masing-masing. Dalam pada itu, jurai keturunan itu terkadang meragukan kerana beberapa tarombo daripada marga tertentu sering berselisih jumlah generasi yang tercatat di dalamnya. Continue Reading »
Oleh Drs. Z. Pangaduan Lubis
Dalam berbagai tulisan yang membicarakan masyarakat Toba – kini sudah lebih sering disebut Batak Toba – istilah Dalihan Na Tolu selalu diartikan atau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Tiga Tungku Sejerangan. Terjadinya terjemahan yang demikian itu kemungkinan karena perkataan dalihan dalam bahasa Toba hanya mempunyai satu arti denotatif saja, yakni tungku, dan tidak makna konotatif. Continue Reading »
Posted in Kebudayaan | 2 Comments »
Orang-orang Mandailing di mana jua mereka berada samada di Tanah Mandailing atau di rantau mengamalkan sistem kekrabatan Dalian Na Tolu (Tumpuan Yang Tiga). Artinya, mereka terdiri dari kelompok kekerabatan Mora (kelompok kerabat pemberi anak dara), Kahanggi (kelompok kerabat yang satu marga) dan Anak Boru (kelompok kerabat penerima anak dara). Continue Reading »
Posted in Kebudayaan | 1 Comment »
Orang-orang Mandailing bermarga Nasution meyakini mereka adalah keturunan Si Baroar yang pada masa bayinya ditemukan di tengah hutan oleh Sutan Pulungan raja dari Huta Bargot di Mandailing Godang.
Versi lain mengatakan bahwa “Nasution yang pertama kiranya adalah putera dari Raja Iskandar Muda dari Pagar Ruyong (pusat dari kerjaan Minangkabau kuno), yang pada gilirannya adalah cucu dari Sultan Iskandar, nama bagi Alexander de Grote (the Great) dalam cerita-cerita Indonesia.
Continue Reading »
Posted in Sejarah | 10 Comments »
Orang-orang Mandailing mengelompokkan diri mereka dalam beberapa marga, sebagai keturunan daripada seorang tokoh nenek moyang. Masing-masing kelompok marga mempunyai seorang tokoh nenek moyangnya sendiri yang “berlainan asal”. Pendek kata, masyarakat Mandailing merupakan kesatuan beberapa marga yang berlainan asalnya.
Continue Reading »
Posted in Sejarah | 40 Comments »
Mandailing bertempat tinggal di pendalaman pesisir pantai barat pulau Sumatra dengan sistem pemerintahan tradisional, tradisi persawahan, pengembalaan kerbau, pelombongan/penambangan mas, persenjataan dan perairan.
Kaya dengan mitologi asal-usul marga, Mandailing tercatat dalam kitab Nagarakertagama pada abad ke 14, namun sulit mendapatkan catatan sejarah mengenai mereka.
Continue Reading »
Posted in Sejarah | 4 Comments »

