Orang-orang Mandailing bermarga Nasution meyakini mereka adalah keturunan Si Baroar yang pada masa bayinya ditemukan di tengah hutan oleh Sutan Pulungan raja dari Huta Bargot di Mandailing Godang.
Versi lain mengatakan bahwa “Nasution yang pertama kiranya adalah putera dari Raja Iskandar Muda dari Pagar Ruyong (pusat dari kerjaan Minangkabau kuno), yang pada gilirannya adalah cucu dari Sultan Iskandar, nama bagi Alexander de Grote (the Great) dalam cerita-cerita Indonesia.
Dalam perjalanan menjelajahi pulau Sumatra, Iskandar Muda sampai berhubungan dengan seorang gadis bunian, yang melahirkan seorang anak lelaki untuknya.” Anak tersebutlah kemudiannya ditemukan Sutan Pulungan di tengah hutan sedang ia berburu.
Kisah tentang Si Baroar sangat meyakinkan bagi masyarakat Mandailing karena sekitar pertengahan abad yang lalu kisah tersebut telah dituliskan oleh Willem Iskander (1840-1876) dalam buku karangannya berjudul Si Bulus-Bulus Si Rumpuk-Rumpuk. Buku tersebut yang ditulis dalam bahasa Mandailing dipakai untuk bacaan di sekolah-sekolah sampai pada masa awal kemerdekaan Indonesia.
dikutip dari http://www.mandailing.org


horas….
saya selaku masyarakat mandailing dan kelahiran mandiling, memberikan komentar sbb:
Sebenarnya menurut asumsi saya marga nasution itu asalnya dari daerah TOBA tepatnya di Balige.
ini dapat saya sampaikan berdasarkan observasi saya melalui tinjauan saya.
Nasution itu mempunyai marga yang sama (keturunan)
yaitu : Siahaan, simanjuntak,hutagaol, Pohan,
ini dapat saya kemukankan dari bebarapa pertimbangan
1. Saya mempunyai banyak teman dan kenalan yg bermarga tersebut pasti ada kemiripan dgn marga Nasution dari segi wajar atau Rupa,
2. Orang Batak Toba mencatat bahwa marga nasution adalah orang Batak Toba yang merantau ke Tapanuli Selatan yang mamanya Sibadoar.
3. kerega bagaimanapun orang batak Toba jauh legih hati2 dan mencatat tarombo dan memagang adat ketimbang kita dari mandiling.
wassalam
K. Nasution S.Kom
P.Siantar.
Pekerjaan Di BUMN di P.Siantar
dan DOSEN perguruan Tinggi seja tahun 2000
nasution sibaroar bkn sibadoar……..masa nasution sama dg siregar………..memang ada tarombo nasution yg menyebutkan silsilah tertinggi bernama Raja Nasakti (Sang Guru Sakti/Baginda Raja Sakti)……tp lom pasti siapakah beliau…….apakah turunan batak at bukan……..ada pendapat dia anak Patuan Dibangarna…..ada juga mengatakan dia adalah bergelar Bagindo Raja sati dari pagaruyung
ada rasa gamang setelah membaca tulisan ini, barangkali karena kurang terincinya informasi yang terdapat di didalamnya, mengingat persi persi cerita yang ada banyak yang pernah di dengar, mana sebenarnya cerita yang tepat untuk diyakini ? Semoga kisah atau sejarah nasution yang lebih lengkap dapat di baca di situs ini,setidaknya dapat di baca generasi selanjutnya. Karena “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai.” sejarahnya
koreksi: Si bulus-bulus si rumbuk-rumbuk .
Assalamu alaikum.. wr. wb.
horas Tondi madingin di sude pambaca..
sebernya kalau kita lihat secara jujur dan akal sehat kita mandailing itu adalah bagian dari tapanuli selatan, dimana kita ketahui marga-marga yang ada di tapanuli selatan dan yang ada di mandailing tidak jauh beda, dan tapanuli itu terdiri dari tapanuli selatan, tapanuli tengah, dan tapanuli utara, di tapanuli utara didiami oleh etnis batak toba nayoritas sementara tapanuli selatan adalah etnis batak mandailing, saya melihat antara toba dan tapsel/madina dalam hal budaya dan silsilah lebih banyak kesamaan, contohnya mangupa, gondang, manortor, juga dalam bahasa, tapi kenapa kebanyakan orang mandailing yang ada perantauan tidak mau disebut orang batak, padahal mandailing itu sudah jelas 100 % orang batak,apakah karena orang batak toba yang dominan ini mayoritas nasrani, sehingga kalau dikatakan dia orang batak secara otomatis orang nasrani. yang jelas antara suku dan agama adlah beda, tidak semua orang batak itu nasrani,
saya sudah delapan tahun berdiam di daerah toba dan orang mandailing saya berdiam, antara parapat, samosir, balige, tarutung, sibolga, jika saya tanya tentang sisilah marga itu semua menjawab bahwa marga yang ada di mandailing inilah dongan sabutuhana : Lubis, Pasaribu, Manik, Malau, Damanik, dll. Batubara, Harahap, Purba disebut (Bor-Bor), Nasution, Siahaan, Simanjuntak, Huta Gaol, dan pohan, Hasibuan, panggabean, tobing (lumban tobing), huta barat atau disebut siopat pisoran, sementar rangkuti, parinduri, sianturi dll…
jadi molo ita ligipe tu raut ni rupa na hampir mirip doon.. jadi idia dope anso nga ra hita mandokan bahaso ita halak batak…. ???
atau apakah ita giot mambaen marga nabaru nagiot kaluar sian alak batak…
ini lah sekedar tanggapan saya atas blog saudara ini, aupe marga nasution do au kahanggi, molo di toba mar appara goarna dongan sabituha..
terima kasih sagodang-gdangna jadi tolong ulang sambarangan mambaen tarombo ni nasution ni..
tarsongoni majolo hatana sian au, labi urangna godang au mangido mohop marsantabi tarlobi2 di namam baen blog on..
penulis :
K. Nasaktion (halak Pagur panyabungan)
Kerjaan Dosen Komputer AMIK TUNAS BANGSA
dan di BUMN P. Siantar
Horass…
Yth Sdr K.Nasution di Siantar
Anda belum melakukan penelitian , sudah memaparkan pendapat.
Apa yang anda sampaikan sudah terdengar di Mandailing sejak saya masih kanak-kanak 37 thn yang silam.
Dengan confiden saya menyarankan agar anda mempelajari ” Tabiat Orang Mandailing ” dengan sungguh.
Tidak cukup hanya bertanya kesana kemari, terutama hindari bertanya disuatu tempat yang mana penduduknya tidak welcome terhadap objek penelitian.
Untuk sementara Anda termasuk bertanya kepada sasaran yang antipati terhadap objek penelitian.
Silakan mendalami sejarah Mandailing kepada Bapak Z.Pangaduan Lubis mantan Dosen USU Medan di Alamat Kompleks Wartawan Medan. Jln Sidorukun / Jln.Krakatau ujung. Tanyakan saja sama orang di kios rokok dimana rumahnya.
bapak drh. manaon nasution yth.
disini saya menanggapi tanggapan atas tulisan saya
di blog ini,
memang saya tau dengan bapak Z. Pangaduan Lubis
sering saya lihat paparan tulisan beliu di
waspada.
paparan saya di blog ini yang mengatakan
orang mandailing itu adalah keturunan dari
batak, dan ada hubungannya dengan
batak toba ini bukan dengan hanya menanya orang saja, karena yang saya tau penelitian itu juga termasuk dengan menanyakan atau question,
juga saya sudah saya lihat sumber2 baik dari tarombo yg ada di mandailing maupun di daerah toba. dan saya juga 38 tahun yg lalu tinggal di mandailing dan berpindah2 mulai dari pagur, purba baru, panyabungan, dan siabu.
dan pernyataan Bapak tentang tempat bertanya orang yg kurang wellcome terhadap objek penelitian, menurut saya sama juga orang mandailing juga kurang wellcome dengan orang toba.
jadi kesimpulan saya kalau orang mandaling itu mengatakan bukan suku batak dan tidak ada kaitannya dengan suku toba saya berpendapat itu salah
terimakasih saudara pangaduan nasution….
Hai apparaku yth!
Semakin lama budaya kita akan luntur, apalagi yang telah berdomisili diperantauan. Mari kita junjung tinggi adat istiadat kita.
Saya sependapat dengan appara kita K.NASUTION. Memang tarombo kita NASUTION bergabung dengan SIAHAAN, SIMANJUNTAK, HUTAGAOL DAN POHAN. Yang merupakan keturunan raja bagotni pohan.
Sebagai orang Mandailing, memang kebanyakan enggan mengaku sebagai orang batak, ntah apa latar belakangnya. Apa lagi budaya batak sudah dicampur dengan perbedaan agama. Nasib seperti ini diperparah apabila ditanah perantauan. Mayoritas orang mandailing MALU mengaku sebagai orang batak.
Jadi TOLONG JANGAN DI PERPARAH MASALAH TAROMBO. Kami yang diperantauan sangat membutuhkan informasi Marga NASUTION yg sebenarny. Thanxs.
assalamualaikum….
saya dari malaysia, stay in malaysia…
em, ayah saya marga nasution, saya dapat tahu nasution ini adalah keturunan paklawan,,,
apa benar??
Ass.Wr.Wb: Horassss
Harapan saya yg paling utama adalah marilah kita jadikan blog ini sebagai alat pemersatu bagi kita khususnya keluarga besar NASUTION serta sebagai alat utk saling melengkapi pengetahuan kita mengenai marga Nasution.
Terus terang kalau sewaktu saya di Medan, saya disebut sebagai org mandailing , namun setelah saya pindah tugas ke Banda Aceh (selama 9 tahun) saya pertama sekali disebut sebagai orang batak, memang pada mulanya kuping saya panas juga mendengarnya bahkan mereka meragukan tentang ke Islaman saya.
Akan tetapi secara perlahan tapi pasti saya berikan pengertian dan penjelasan pada mereka bahwa “suku saya batak tapi agama saya adalah Islam” serta diiringi dengan kegiatan ke Islaman yang saya lakukan sama dengan yg mereka lakukan, barulah mereka percaya. Jadi mulai dari situ sampai sekarang saya di Jakarta sudah 17 tahun saya tetap mengatakan bahwa “suku saya adalah Batak dan agama saya Islam “.
Terimakasih.
saya bukan malu jadi orang batak,tapi saya malu tidak tahu tarombo,bisa enggak bapak tobang kasih tau tentang tarombo..
klo versi legendan tarombo jgn sepotong2 dan jgn dominasi lokal……objektif dan meluaslah agar akar persoalan jd lebih kuat dalil nya……..contoh:
1. penyebaran marga nasution bukan dari arah toba ke mandailing tp sebaliknya,liat aja posisi istilah julu /jae at dolok/lombang yg dipergunakan raja2 nasution dalam membuka kampung .Bahkan dalam penguasaan wilayah secara bertahap di mandailing itu,arahnya menyebar menuju arah angkola
2. dalam bahasa ,tdk bisa jd pedoman,mis: negara RI pake bhs melayu bkn jawa padahal WN nya 60% orang jawa
3. dalam adat,banyak suku toba mendiami wilayah mandailing tp bkn menguasai (raja),karna wilayah mandailing itu cuma 2 marga yg menjadi raja,nasution di mandailing godang,lubis di mandailing ulu,gak heran klo bahasa at adat itu dominan seperti toba,tp kekuasaan dipegang oleh 2 marga itu saja
3 klo nasution itu bukan batak,maka bila ada nasution bernasab kan ke batak,bisa jd nasution nya itu di pertanyakan,at silsilah yg terkait nasution yg ada di batak itu berasal dr mandailing ( pada masa itu suku dan adat lom ada/wilayah purba yg ada.jd jgn ngomong batak/mandailing,klo dulu cuma ada wilayah aru )
Tunjukkan tarombo baru ngomong……..beres,jd ada dalil……….he….he..